monitor users

Jumat, 15 Juni 2012

PEPAYA CALINA SIAPA BILANG DARI CALIFORNIA ?




PAKAR IPB YANG MEREKAYASA
Varitas temuan Prof  Dr Ir Sriani Sujiprihati MS dari IPB
BOGOR – Tingginya belum sampai satu meter, usianya baru delapan bulan, tapi pohon pepaya callina yang merupakan varitas temuan Prof  Dr Ir Sriani Sujiprihati MS dari Institut Pertanian Bogor, sudah bisa menghasilkan puluhan buah lezat siap panen dan siap dipasarkan.Pepaya callina yang merupakan buah lokal asli Indonesia tersebut, kini banyak ditanam para petani di berbagai daerah karena berbagai keunggulannya dan tingginya permintaan pasar.Pepaya berukuran kecil dengan bobot rata-rata 1,3 kg per buah ini banyak dijual di supermarket-supermarket besar, dilabel dengan nama “pepaya california”.
“Yang menamakan itu pepaya california bukan kami, tapi pedagangnya. Padahal itu adalah pepaya callina hasil pemuliaan yang kami lakukan bertahun-tahun,” kata Dr Sriani, kepala Divisi Pemuliaan Tanaman, Pusat Kajian Buah Tropika (PKBT) IPB.
“Terus terang saya sedih dan sakit hati dengan pengubahan nama tersebut, tapi kami tidak mungkin mengajukan tuntutan hukum karena nama buah ini tidak dipatenkan,” katanya.
Varitas ini, tambahnya, adalah untuk publik domain, jadi petani pun dapat mengembangkannya sendiri. “Namun secara etika, seharusnya pengusaha tidak mengganti nama buah tersebut meskipun alasannya agar menarik pembeli,” kata wanita kelahiran Ponorogo, Jatim, 28 Oktober 1955 itu. Kalangan petani sendiri masih menyebutnya pepaya callina, tapi kemudian oleh pengusaha yang membeli diberi label sebagai pepaya california, sehingga seolah-olah itu pepaya asli dari Amerika Serikat.
Demikian juga dengan pepaya carisya temuan Dr Sriani dkk di PKBT IPB, setelah di supermarket namanya berubah menjadi pepaya havana. Namun terlepas dari soal nama tadi, ada hal yang membuat hati Sriani senang, karena itu menunjukkan bahwa hasil kerja keras dan penelitiannya telah berhasil memberi manfaat kepada para petani, dan membuktikan bahwa sebenarnya buah lokal tidak kalah dengan buah impor yang saat ini membanjiri pasar Indonesia.
“Lebih senang lagi jika mendengar laporan dari petani bahwa mereka berhasil mengembangkan pepaya callina ini di daerahnya, dan mendapat keuntungan yang lumayan,” katanya.
Menanam Pepaya dalam Pot, Siapa Takut ....
Bermula saat berkunjung ke salah seorang teman beberapa tahun lalu, diajaklah saya ke sepetak pekarangan yang berjajar beberapa tanaman Pepaya didalamnya.  Si teman bilang "Ini jenis California, rasanya oke lho !.."
Satu buah mengkal pun akhirnya dibawakan si teman sebagai buah tangan untuk saya, dan tak lupa beberapa bibit dari polybag ikut menyertai pula untuk di bawa ke Malang.
Benar ternyata kata si teman tadi, setelah beberapa hari buah diperam dan dirasa matang, saat dinikmati rame-rame semua sepakat jika pepaya jenis ini termasuk salah satu yang bercita rasa oke....
Sayang sekali, bibit di polybag kecil yang saya tanam di kebun belakang tidak sehat, dan sepertinya terkena serangan penyakit dan akhirnya tewas.

Penasaran akan benih Pepaya Calina ini, akhirnya saat ada tawaran dari seorang rekan yang menjual benih yang bergaransi langsung saja saya beli.  Kala itu 1 pack benih
berisi 200 butir dan dikemas dengan rapi dalam Alumunium Foil yang kedap udara.
Tanpa pikir panjang, sesampai di rumah beberapa butir benih pun di semai dalam media polybag kecil, dengan media tanam campuran tanah dan pupuk kandang serta sekam dengan perbandingan berimbang.
Menginjak bibit seukuran 30 cm tingginya, beberapa di pindah ke tanah.  Sayang karena saat itu musim hujan dan penanaman bibit banyak tergenang oleh air, tak satupun tanaman yang tumbuh bagus, bahkan banyak yang mati.

Penempatan bibit dari polybag hanya ditambahkan sekam arang.  Dengan penampang daun yang lebar, tentu saja penguapan yang terjadi sangat tinggi.  Sifat sekam arang yang porous dan mudah kering, untuk ini penyiraman harus dilakukan 2-3 kali dalam sehari, sesuai cuaca.  Karena masih menggunakan pot diameter 40 cm dan masih ringan, pemindahan tempat pun sering dilakukan mengingat cuaca yang ekstrim panas dan kadang telat (baca : lupa) untuk menyiram.  Kadang ditempatkan di tempat teduh, namun lebih banyak ditempatkan di tempat full sun.  Namun jika dapat dipastikan kita menyiram nya tiap hari sesuai kebutuhan, makan sebaiknya di letakkan di daerah yang mendapat sinar matahari cukup.
buah mulai muncul, pot diganti yg lebih besar
(pot 50 cm atau lebih)

Apakah tanaman yang sudah berbuah pentil tidak akan roboh atau terguling mengingat medianya hanya sekam terlebih ditanam di pot ??  Kalaupun tidak roboh pasti akarnya tembus ke tanah...
Pertanyaan dan pernyataan ini sering saya dengar. Namun pengalaman dirumah tanaman tidak roboh, dan tidak tembus ke tanah.  Kok ?!.. Iya... dengan media yang 90 % lebih berupa sekam arang, perakaran pepaya akan tumbuh subur dan mengikat sekam arang, sehingga memenuhi ruangan di pot.  Itu penyebab dia tidak roboh jika misalkan terkena hembusan angin misalnya.
Beberapa rekan yang berkunjung ke rumah dan melihat tanaman ini sebagian besar bertanya : Apa pupuk yang digunakan ??

Seperti disinggung diatas, pemupukan mengadopsi salah satu sistem hidro ponik, yaitu menyiram sekaligus memupuk secara rutin. 
  • Saat tanaman masih bibit dalam polybag, bisa disiram sehari sekali dengan pemupukan NPK tinggi N seminggu sekali.
  • Saat tanaman sudah dipindahkan ke pot, diberikan pupuk NPK berimbang plus unsur Mikro (TE) lengkap, dengan konsentrasi EC 1,5 frekuensi penyiraman 2-3 kali sehari, sekali siram 0,5 - 1,5 liter larutan siram.
  • Saat tanaman mulai berbunga hingga berbuah, diberikan pupuk NPK dengan kandungan K lebih dominan, plus unsur Mikro lengkap dengan meningkatkan EC menjadi 2-3.  Sebab saat ini tanaman perlu pasokan nutrisi yang lebih.  Frekuensi penyiraman sama dengan masa sebelumnya atau menyesuaikan keadaan tanaman dan cuaca.


PELUANG AGRIBISNIS
BUDIDAYA PEPAYA CALINA (California)
Pepaya calina: Manisnya cita rasa calina semanis senyum pembudidayanya (1)

http://photo.kontan.co.id/photo/2011/10/14/1202640633p.jpg
Selain mengandung banyak vitamin, pepaya calina juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan bagi penanamnya. Karena bobotnya yang super dan rasa yang manis segar, pepaya calina ini juga bisa mendatangkan omzet puluhan juta rupiah per bulan.

Siapa yang tak kenal dengan buah pepaya? Buah bercita rasa manis itu terbilang mudah tumbuh di alam Indonesia. Karena itulah buah pepaya gampang ditemui di pasar.

Selain manis, buah pepaya juga mengandung serat tinggi dan vitamin yang berguna untuk tubuh. Karena itu, pepaya populer sebagai cara jitu menghilangkan sembelit.

Salah satu jenis pepaya yang banyak dibudidayakan belakangan ini adalah pepaya calina atau pepaya california. Ada yang bilang pepaya calina berasal dari California, Amerika Serikat.

Namun ada juga yang bilang pepaya calina merupakan hasil pengembangan bibit pepaya lokal oleh ilmuwan Institut Pertanian Bogor (IPB). "Pemberian embel-embel calina bertujuan untuk menimbulkan kesan impor saja," kata Denny Rahmadi, salah satu pengusaha pembibitan pepaya calina di Depok, Jawa Barat.

Salah satu keunggulan pepaya calina adalah ukuran buah yang lebih jumbo. Bobot buah pepaya calina bisa mencapai 2,1 kilogram (kg). "Sementara berat buah buah pepaya lokal hanya berbobot 1,5 kg," jelas Denny.

Denny terjun ke bisnis pepaya calina sejak dua tahun lalu, karena terpengaruh potensi buah pepaya celina yang begitu besar. "Setiap tahun permintaan bibit pepaya calina naik 25%," terang Denny.

Sekedar gambaran, tahun lalu Denny menjual 4.000 bibit pepaya calina per bulan. Tahun ini, ia menjual bibit calina sebanyak 5.000 bibit per bulan.

Bibit yang ia jual itu biasanya memiliki usia tanam satu bulan dengan tinggi pohon 10 centimeter (cm). Pembeli bibit kebanyakan dari sekitar Depok saja. "Setiap batang bibit itu saya jual Rp 2.000," ujar Denny.

Dari hasil penjualan bibit pepaya calina itu, Denny bisa mendulang omzet Rp 10 juta per bulan. Namun Denny tidak hanya mengandalkan bibit saja, ia setiap bulan rutin memetik buah pepaya calina dari kebun buah miliknya. "Dalam sebulan saya panen sampai 8 ton," terang Denny.

Denny menjual pepaya calina mulai harga Rp 3,5 juta per ton hingga Rp 4 juta per ton. Dalam sebulan, Denny mendapatkan omzet Rp 28 juta dari penjualan buah pepaya calina itu. "Konsumen terbesar ada di Jakarta, Balikpapan, dan Palembang," kata pemilik CV Pesona Raya Persada itu.

Pemain lain bisnis pepaya calina adalah Andi Sutrisno, pemilik CV Annazahra di Solo, Jawa Tengah, yang buka usaha pembibitan sejak 2010. Sama dengan Denny, Andi juga melirik potensi besar bisnis pepaya calina. "Kebutuhan pepaya nasional baru tercukupi 80%," terang Andi.

Setiap bulan Andi bisa menjual 3.000 bibit dengan harga Rp 2.500 per bibit dengan omzet Rp 7,5 juta. Sedangkan untuk buah pepaya calina, Andi menjualnya mulai dari Rp 4 juta - Rp 5 juta per ton. "Sebulan saya menjual buah sebanyak 4 ton," kata pria berusia 40 tahun itu.

Dari penjualan buah pepaya calina itu, Andi saban bulan bisa bawa pulang omzet Rp 16 - Rp 20 juta. Pasar buah pepaya calina milik Andi ada di hampir seluruh pulau Jawa. "Sejak awal tahun saya memasok ke Hypermart, Giant dan ritel modern lain di Jawa Tengah," kata Andi.

 

















DICARI MITRA KERJASAMA PERGURUAN TINGGI PERTANIAN (AGRIBISNIS):
                Dalam rangka turut serta mengurangi kemiskinan dan pengangguran, menciptakan lapangan kerja sederhana di lingkungan pedesaan, maka YAB ST berencana membuat Program TPA Wirausaha bagi Pemuda dan Remaja Muslim dan Umum (karangtaruna, dll).
                Beberapa usaha yang akan dibinakan :
1.   PENGEMBANGAN USAHA KATES CALINA
RENCANA PENGEMBANGAN PERCONTOHAN KEBUN KATES CALINA
YANG SEKALIGUS MEMPRODUKSI/MEMBUAT SEMAIAN BIBITNYA  OLEH SANTRI
DI KOMPLEKS YAB “SUDJONO TARUNO”, JETIS, BAKI, SUKOHARJO
SEKALIGUS AKAN DIMANFAATKAN UNTUK PROGRAM KEGIATAN
TPA WIRAUSAHA

                Mengingat Kates Calina pohonnya kecil, buah banyak dan manis, maka kami berencana Membuat Percontohan Kebun Kates Calina disemua sisi lahan sisa Yayasan (5000 m). Usaha iini diperlukan untuk :
1.       Malatih para santri kreatif dan produktif, mampu menghasilkan kates Calina sendiri.
2.       Melatih para santri untuk mulai berbisnis kerjasama dengan pihak swlayan dengan memasok kates calina.
3.       Melatih para santri untuk memproduksi BIBIT KATES CALINA dalam jumlah banyak.
4.       Menjadi salah satu program TPA Wirausaha bagi Pemuda dan Remaja Islam Masjid dan Karang Taruno.
5.       Mengajak Perguruan Tinggi Pertanian untuk mengaplikasikan dan mengamalkan Iptek ke Masyaralat dan panti.

2.    RENCANA PENGEMBANGAN LELE  ORGANIK
Pemeliharaan lele dengan 50 % konsumsinya adalah daun-daunan, antara lain : Daun Pepaya, Kangkung, dll.
3.    RENACANA PENGEMBANGAN PEMBESARAN GURAMI yang makannnya adalah : Godong Lompong dan Kangkung.

4.    PENGEMBANGAN KETERAMPILAN USAHA MEMBUAT SABUN, RINSO PADAT DAN CAIR (PEMBERSIH).

5.    PENGEMBANGAN KETERAMPILAN KALIGRAFI

6.    PENGEMBANGAN USAHA TERNAK AYAM KAMPUNG, BANGKOK, DAN AYAM HIAS.

7.    PEGEMBANGAN USAHA TANAMAN HIAS DAN POT BUNGA

8.    PENGEMBANGAN USAHA PENYEMAIAN TANAMAN BUAH

9.    PENGEMBANGAN USAHA SAYURAN
Hubungi : YAB SUDJONO & TARUNO : 0271-7891009
                  





Tidak ada komentar:

Posting Komentar